Posted by The Petromak on 26 Apr 2016
KISAH NABI NUH (3993 – 3043 SM)
Sebelum
lahirnya kaum Nabi Nuh, hiduplah lima orang taat yang hidup selama beberapa
zaman. Setelah kematian mereka, orang-orang sekitar mendirikan patung-patung
mereka sebagai tanda penghormatan terhadap mereka.
Setelah
beberapa waktu berlalu meninggal lah orang-orang yang memahat patung tersebut,
begitu pula nasib anak-anak dan cucu-cucu pemahat patung itu saat datang ke
tempat tersebut sehingga timbullah beberapa anggapan bahwa patung-patung
tersebut mempunyai kekuatan magis.
Dalam
kondisi seperti ini, Allah mengutus nabi Nuh untuk mewartakan ajaran Illahi
kepada kaumnya karena nabi Nuh tidak terpengaruh pada keadaan sekelilingnya dan
nabi Nuh adalah sangat rajin beribadah.
Nabi
Nuh mewartakan ajaran Illahi selama 950 tahun lamanya, mengajak mereka
meninggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada
Allah. Akan tetapi tampaknya usaha nabi Nuh tidak membuahkan hasil sehingga Allah
berfirman kepada nabi Nuh , "Sesungguhnya tidak akan seorang daripada
kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka yang telah mengikutimu dan
beriman lebih dahulu, maka janganlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka
perbuat."
Setelah itu Allah memerintahkan nabi
Nuh untuk membuat bahtera yang besar bersama keluarga dan pengikutnya, Setelah
selesai pekerjaan pembuatan bahtera yang merupakan alat pengangkutan laut
pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah:"Persiapkanlah
dirimu, bila tiba perintah-Ku akan terlihat tanda-tanda daripada-Ku, bawalah 2
pasang dari setiap jenis makhluk hidup dibumi bersamamu dan berlayarlah dengan
se-izin-Ku”
Sesaat kemudian turunlah hujan yang
sangat deras ditambah air yang memancur dari dalam bumi sehingga dalam sekejap
telah menjadi air bah yang sangatlah dahsyat yang melanda seluruh kota dan desa
sampai setinggi bukit sehingga tiada tempat untuk berlindung.
Di kanan kiri bahtera terlihatlah
orang-orang yang tidak percaya bergelut melawan gelombang air yang menggunung
berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah siap sedia menerkam
mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu. Tatkala Nabi Nuh berada di
atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat orang-orang tidak
percaya dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air.
Setelah air bah tersebut mencapai
puncak keganasannya menelan kaum Nuh yang tidak percaya maka seketika surutlah
air seperi diserap bumi, dan tertambatlah bahtera nabi Nuh diatas bukit. Dengan
iringan perintah Allah maka turunlah nabi Nuh beserta pengikut-pengikut setia
yang telah terselamatkan.
ref:wikipedia