Posted by The Petromak on 26 Apr 2016
KISAH NABI IDRIS/HENOKH (4533-4188 SM)
Idris atau Henokh adalah keturunan ke-enam nabi Adam
yang merupakan keturunan pertama yang di utus menjadi nabi setelah Adam dan
Shiyth.
Nabi
Idris/Henokh dianugerahi kepintaran dan kemahiran dalam menciptakan sesuatu yang berguna bagi cikal bakal ilmu pengetahuan dunia.
Pada suatu masa di kala kebanyakan manusia cenderung melupakan
Allah sehingga Allah murka dan menghukum manusia dalam bentuk kemarau yang
berkepanjangan. Melihat hal itu, nabi Idris pun turun tangan dan memohon kepada Allah untuk
mengakhiri hukuman tersebut. Allah mengabulkan permohonan itu dan berakhirlah
musim kemarau tersebut dengan menurunkan hujan yang deras yang membuat kemarau berkepanjangan berakhir.
Nabi
Idris diperkirakan berdomisili di Mesir di mana ia mewartakan
kebaikan dan menyembah Allah serta memberi beberapa pendoman hidup bagi
pengikutnya supaya selamat dari siksa dunia dan akhirat.
Nabi
Idris/Henokh sangatlah rajin beribadah dan berpuasa, di sela setiap kesibukannya
menjahit kemeja dia selalu menyempatkan diri untuk mengucap syukur kepada
Allah. Sehingga membuat malaikat maut sangat rindu untuk bertemu dengan-nya.
Setelah di-izinkan oleh Allah, maka malaikat maut pergi menemui nabi Idris/Henokh,
sehingga mereka bersahabat baik.
Saat
menyadari bahwa teman baru nya ini bukanlah manusia biasa maka nabi Idris bertanya
kepada sang malaikat,”Tuan, siapakah anda?”
Malaikat
menjawab,”Saya adalah malaikat maut, dan saya datang kesini untuk mengunjungimu
karena takjub akan ketaatanmu dan atas izin dari Allah”
“Wahai
Malaikat Maut, kabulkanlah satu permintaanku kepadamu, cabutlah nyawaku setelah
itu mohon kan kepada Allah agar menghidupkan aku kembali, supaya aku dapat lebih
taat lagi menyembah Allah setelah merasakan sakratul maut.”
Malaikat
Maut pun menjawab: “Sesungguhnya aku tidak akan mencabut nyawa seseorang pun,
melainkan hanya dengan izin dari Allah.”
Mendengar
hal itu, Allah mewahyukan kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa nabi Idris
seketika itu juga, dikala malaikat maut melihat kematian nabi Idris, dengan
perasaan iba dan sedih memohon kepada Allah agar menghidupkannya kembali dan
Allah mengabulkannya.
Malaikat
maut memeluk erat nabi Idris dan bertanya,” Wahai saudaraku, bagaimanakah
rasanya sakratul maut.?”
“Bila
seekor binatang dikuliti hidup-hidup, maka kesakitan sakratul maut adalah
seribu kali lebih sakit.” Jawab nabi Idris.
Setelah
itu, nabi Idris mengutarakan maksudnya untuk diajak melihat-lihat surga dan
neraka, maka dengan izin Allah berangkatlah mereka ke neraka. Di
Neraka itu, Nabi Idris dapat melihat semua
yang diciptakan Allah disiksa oleh rantai-rantai yang panas, ular yang berbisa,
kala, api yang membara, timah yang mendidih, pokok-pokok yang penuh berduri,
air panas yang mendidih dan lain-lain.
Kemudian
pergilah mereka berdua menuju surga, sehingga mereka sampai di pintu Surga dan
mereka berhenti di pintu tersebut. Dari situ Nabi Idris dapat melihat
pemandangan di dalam Surga. Nabi Idris dapat melihat segala macam kenikmatan
yang disediakan oleh Allah untuk para hamba-hambaNya. Berupa buah-buahan,
pokok-pokok anggur yang indah dan sungai-sungai yang mengalir serta segala keindahan tiada taranya sehingga membuat nabi Idris menolak untuk kembali ke dunia.