Kisah seekor gajah sirkus yang sejak kecil di pelihara oleh pemilik sirkus dan pelatih yang kejam dan semena-mena terhadap binatang-binatang sirkus. Ia telah tumbuh menjadi dewasa dan mempunyai seorang anak yang masih berusia 8 bulan.
Suatu hari si anak gajah bertanya kepada ibunya,
anak gajah: "Ibu, mengapa kaki ibu di ikat oleh rantai?".
ibu gajah : "anakku, satu hal yang perlu kamu mengerti, kita lahir sebagai gajah dan keluarga kita telah bekerja sebagai gajah sirkus secara turun temurun, dan mereka,... para manusia khususnya si pemilik sirkus menganggap kita adalah aset mereka, sehingga kita di ikat supaya tidak kabur kembali ke hutan dan mereka kehilangan aset mereka".
anak gajah : "Tapi pelatih sirkus tu sangat kejam bu, dia selalu mencambuki tubuh ibu bila ibu bergerak sedikit lebih lamban, tidak adakah keinginan ibu untuk hidup bebas seperti gajah-gajah lain di hutan?, hutan adalah tempat kita bu, habitat kita!...".
ibu gajah : "Ya,.. ibu tahu nak, ibu pun ingin bebas, tetapi apa daya dengan rantai di kaki ibu ini".
anak gajah : "Ibu, dapat menariknya sekuat tenaga sehingga memutuskan rantai-rantai itu bu, kita bisa bebas dan kembali ke hutan".
(si ibu makin gusar dengan desakan anaknya itu)
ibu gajah : "Percuma nak, ibu telah mencobanya sejak ibu berusia 1 tahun dan tidak pernah berhasil, kamu pun akan mengalami nya saat umurmu menginjak usia 1 tahun nanti. Semakin ibu menariknya dengan keras, kaki ibu terluka karenanya".
anak gajah : "apakah ibu pernah mencobanya saat ibu sudah dewasa?".
ibu gajah : "Tidak, dan ibu rasa itu percuma, ibu telah berusaha selama 2 tahun saat itu, setiap kali ibu menariknya dengan sekuat tenaga , semakin menyakitkan bagi ibu. Sejak saat itu ibu tidak pernah mencobanya lagi".
anak gajah : "saat itu ibu masih berusia 3 tahun, dan tenaga ibu tidak cukup kuat untuk menarik putus rantai itu, tetapi kini ibu telah tumbuh besar dan kuat, pastinya akan dengan mudah ibu dapat menarik putus rantai itu bu, lakukanlah bu untuk aku" desak si anak gajah.
ibu gajah : (menggeleng dan meneteskan air mata)
anak gajah : "Ayolah bu, saya yakin ibu bisa dan itu tidak akan menyakitkan ibu, ayo bu mumpung si pelatih sedang tidur karena kecapaian, demi aku demi masa depan kita bu". (anak gajah terus mendesak)
Suasana hening beberapa saat sampai sang ibu gajah memutuskan untuk mencoba memutuskan rantai yang melingkar di kakinya selama bertahun-tahun.
ibu gajah : "Baiklah nak, akan ibu coba lagi untuk memutuskan rantai ini, tapi apabila usaha ini kembali gagal, kau harus berjanji untuk tidak mendesak dan meminta ibu melakukannya lagi".
anak gajah : (tersenyum gembira) "Baik bu, saya berjanji, tetapi ibu juga harus berjanji untuk melakukannya dengan bersungguh-sungguh kali ini".
Si ibu gajah mulai mengambil posisi terbaik untuk menarik rantai yang melingkar di kakinya itu, dengan mata tertutup dan berdoa si ibu gajah mengangkat kakinya dan menarik rantai itu. Hanya dengan satu kali tarikan si ibu gajah berhasil menarik putus rantai itu, si anak gajah bersorak gembira. Si ibu mencegah karena khawatir akan membangunkan si pelatih, dan mengajak anakgajah itu untuk pergi meninggalkan pelatih dan sirkus menuju ke hutan, kembali ke habitatnya.
Cerita diatas mengkisahkan seseorang dengan karakter yang terbelenggu oleh pikiran (mind block), mereka berhenti mencoba karena kegagalan-kegagalan yang pernah dialami sebelumnya. Tetapi apabila mereka tidak berhenti mencoba mereka akan menemukan jalan keluarnya dan menikmati keberhasilan.