Posted by The Petromak on 11 Des 2013
Jaman
dahulu adalah seorang raja yang tegas dan kejam terhadap rakyat-rakyat
bahkan pejabat-pejabat istana yang bersalah. Hukuman bagi yang bersalah
adalah dimasukkan ke kandang aning-anjing yang ganas miliknya. Apabila
Raja telah memutuskan bahwa seseorang bersalah maka orang tersebut akan
langsung di seret ke kandang anjing-anjing yang ganas itu dan
tercabik-cabik oleh cakar dan taring-taring yang tajam.
Suatu
hari, seorang pejabat senior dari kerajaan telah membuat keputusan yang
salah dan membuat sang Raja marah besar sehingga Raja yang tegas dan
tidak pandang bulu tetap memutuskan untuk menjebloskan si pejabat senior
tersebut ke kandang anjing ganasnya itu.
Dengan
wajah pucat dan tubuh bergetar si pejabat senior berkata, "Yang Mulia,
hamba telah mengabdi 30 tahun kepada Yang Mulia, atas pengabdian hamba
selama ini, hamba mohon penundaan hukuman selama 30 hari dan setelah itu
hamba akan menyerahkan diri untuk menjalani hukuman". sang Raja
berpikir sebentar dan menurutnya tidak ada salahnya untuk memberikan
penundaan hukuman kepada pejabat seniornya ini.
Si
pejabat senior bergegas menuju ke kandang anjing dan meminta ijin
kepada penjaga untuk membantu mengurus anjing-anjingnya selama 30 hari.
Walaupun merasa heran tapi akhirnya penjaga mengizinkannya. Sejak saat
itu si pejabat senior membantu mengurusi anjing-anjing tersebut mulai
dari memandikan dan memberi makan mereka serta memberi perhatian kepada
anjing-anjing galak itu.
Waktunya
telah tiba, eksekusi akan dilakukan genderang di tabuh mengiringi
masuknya sang Raja ke alun-alun istana. Si pejabat senior digiring oleh
prajurit-prajurit menuju ke kandang anjing-anjing ganas itu, ketika
pintu kandang dibuka salah satu prajurit berteriak keras karena
tangannya putus di lahap oleh anjing-anjing itu, para prajurit yang
ketakutan segera mendorong si pejabat senior itu ke kandang itu dan
segera menutup pintunya.
Tetapi apa yang terjadi membuat semua hadirin, prajurit-prajurit termasuk sang Raja terheran-heran,
ketika mereka melihat bahwa anjing-anjing yang baru saja mencelakai
salah satu prajurit istana justru jinak kepada pejabat senior itu.
Sang Raja bertanya ,"Ada apakah ini gerangan, apa yang terjadi pada anjing-anjing itu?". Si pejabat senior itu menjawab dengan hormat," yang Mulia,... hamba telah mengabdi kepada anjing-anjing ini
selama 30 hari dan mereka tidak melupakan jasaku, tapi Yang Mulia...
hamba telah mengabdi dan setia selama 30 tahun kepada Yang Mulia dan
kerajaan ini, tetapi Yang Mulia tega menjatuhkan hukuman ini keada
hamba".
Mendengar
perkataan pengikut setianya tersebut sang Raja tersentak dan merasa
malu kepada para hadirin disitu sehingga memutuskan untuk membatalkan
eksekusi. Dengan penuh haru sang Raja memeluk si Pejabat senior itu dan
berbisik di telinganya, "Maafkan aku sobat".si pejabat senior itu
mengangguk kecil dan juga terlarut dalam keharuan.