Posted by The Petromak on 26 Nov 2013
Investasi adalah suatu kata yang identik dengan UANG, Banyak orang berinvestasi untuk memperoleh
kekayaan dan
kemakmuran. Ada beberapa jenis investasi yang dapat diikuti seperti
bursa saham,
reksadana, obligasi dan property. Pada kesempatan ini saya akan membahas
tentang berinvestasi dalam sektor property, karena investasi dalam
sektor ini merupakan
suatu terobosan baru dalam mengembangkan uang agar tetap dapat terus
bertumbuh
dan berkembang. Ada beberapa keuntungan dari berinvestasi di sektor
properti. Berikut
ini lima hal tersebut seperti dikutip detikFinance dari situs MyWealth milik
Citigroup, Jumat (15/11/2013).
1. Resiko yang relatif
lebih kecil.
Tidak ada investasi
yang tidak beresiko, tapi investasi di sektor property ini terbilang relatif lebih
kecil resikonya dibandingkan dengan investasi di sektor lain. Karena anda dapat
mengelola sendiri investasinya sehingga kendali sepenuhnya ditangan anda. (baca
: Tips
mengawali investasi)Tentu risiko dalam investasi properti tetap ada,
seperti kemungkinan bangunan yang rusak, penyewa yang telat membayar sewa, dan
ini tetap harus diantisipasi.
2. Tidak terlalu terpengaruh
oleh faktor eksternal.
Investasi di sektor property
ini tidak se-fluktuatif investasi di sektor berinstrumen financial seperti
Reksadana dan obligasi yang dipengaruhi oleh situasi ekonomi politik, tingkat
inflasi dan suku bunga.
31. Laba atau keuntungan
yang besar.
Investasi di bidang
properti memberikan peluang untuk mendapat keuntungan yang sangat besar. Banyak
pengusaha-pengusaha ternama dunia yang sukses berinvestasi melalui properti.
Khusus untuk pasar properti di Jakarta, peluangnya sangat menjanjikan. Dalam
kelas edukasi finansial yang diselenggarakan oleh Citibank beberapa waktu lalu,
Luke Rowe dari Jones Lang Lasalle Indonesia menyebutkan bahwa tingkat okupansi
properti komersial seperti gedung-gedung perkantoran di Jakarta mencapai 90%
yang menyebabkan harga sewa melunjak naik dengan cepat.Begitu pula dengan pasar
properti perumahan dan apartemen dengan harga beli pada kisaran US$
200,000-250,000 dapat disewakan pada harga Rp 20-25 juta per bulannya. Ini akan
dapat memberikan keuntungan pendapatan pada kisaran 8-10%.Jika dibandingkan
dengan kota-kota besar lainnya seperti Singapura atau Hong Kong, harga sewa di
Jakarta masih jauh lebih murah. Oleh karena itu, Luke Rowe meyakinkan bahwa
untuk minimal 3 tahun ke depan, harga properti di Jakarta akan terus naik dan
tidak akan mengalami masalah oversupply.
42. Dapat menggunakan uang
orang lain untuk berinvestasi.
Ini adalah salah satu
fitur paling menarik dari investasi properti, yaitu sistemnya memungkinkan kita
untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi kita. Tidak seperti
investasi lain yang akan sangat bergantung pada seberapa banyak uang tunai yang
Anda miliki, investasi properti dapat dilakukan dengan membayar uang muka saja
20-30% dari harga propertinya. Berbeda dengan investasi di bursa saham atau pasar
modal, obligasi atau sejenisnya, semua akan tergantung dari berapa banyak uang
tunai yang kita miliki dan siap untuk dijadikan modal berinvestasi.
53. Pendapatan arus kas
(cash flow) rutin:
Dari hasil uang sewa,
Anda dapat memperoleh arus kas rutin sebagai pemasukan untuk menjamin
stabilitas finansial Anda. Semakin banyak properti yang Anda miliki maka akan
semakin besar pula arus kas yang akan Anda terima.