Posted by The Petromak on 26 Nov 2013
Label:
Investasi,
Label:
Peluang
Siapa pun bisa kaya melalui properti,... Memilih
properti untuk investasi adalah pilihan tepat, disamping aman bisnis
property juga terus bertumbuh diiringi semakin menyempitnya ruang dibumi
sehingga membuat nilai investasi terus bertumbuh dan berkembang bahkan
dapat melampaui angka inflasi di negeri kita, yang dinilai cukup tinggi
angka inflasinya. Tetapi walaupun demikian anda juga tetap harus
berhati-hati dalam memilih investasi yang dapat memberikan hasil
maksimal, berikut beberapa tips untuk berinvestasi dalam bidang property
:
1. Memilih jenis properti tertentu
dengan hasil investasi yang optimal.
Sebisanya
hindari menginvestasikan uang anda pada properti yang tidak dapat atau sulit
disewakan. Arus uang pendapatan sewa properti Anda harus positif setelah satu
sampai dengan dua tahun sejak Anda beli. Sebelum anda memutuskan untuk membeli
properti amatilah peluang menyewakan properti yang sejenis dengan properti Anda
di kawasan itu. Bandingkan calon properti Anda dengan properti-properti lain di
sekitarnya. Suatu properti yang tidak menghasilkan arus uang positif setelah dua
tahun masa pembelian maka investasi properti itu beresiko tinggi alias tidak
layak dibeli sebagai investasi.
2. Memilih lokasi investasi
properti yang paling prospektif.
Faktor
utama yang menentukan sukses tidaknya sebuah investasi properti
adalah “lokasi”. Hal ini dipercaya oleh semua pelaku bisnis properti. Karena
sebuah produk properti tidak bisa bergerak sehingga yang menentukan prospek,
nilai dan masa depan properti tersebut adalah lokasi di mana properti tersebut
dibangun. Sebelum Anda memutuskan berinvestasi di lokasi tertentu. Anda harus
mempelajari kondisi pasar lokal properti itu. Anda harus membentuk opini Anda
sendiri tentang prospek pasar lokalnya. Terdapat banyak faktor yang
mempengaruhi harga rumah di masa kini dan lima tahun mendatang seperti kondisi
perekonomian lokal, migrasi populasi dan aktivitas pasar properti. Jika lokasi
properti yang bersangkutan prospektif – memiliki infrastruktur yang baik, dekat
dengan berbagai fasilitas umum, dan lain-lain – maka tidak diragukan lagi
potensi kenaikan harga properti tersebut.
3. Melakukan strategi pembiayaan
yang kreatif.
Anda
bisa memilih pembiayaan dengan cara cash
keras, cash
bertahap atau melalui kredit KPR. Pembayaran dengan cara cash juga bisa
dilakukan dalam waktu 1 hingga 2 bulan. Sedangkan pembayaran dengan cara cash bertahap bisa
mencapai 8 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan hingga 30 bulan. Semuanya
tergantung pada jenis properti dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh
pengembang. Sedangkan pembiayaan properti dengan fasilitas kredit KPR, bisa
dilakukan dengan DP = 0%, DP = 10%, DP = 20% hingga DP = 30%.
4. Membeli, menahan, menukar dan
menjual properti pada waktu yang tepat.
Kemampuan memprediksi pasar
merupakan alat bantu yang paling penting dalam memilih waktu yang ideal untuk
berinvestasi pada properti.
Sayangnya prediksi belum terlalu populer di Indonesia. Karena hanya investor
yang sudah berpengalaman dan pakar properti yang dapat memprediksi dan mengukur
tren pasar untuk masa 5 hingga 10 tahun mendatang. Sampai saat ini publik
Indonesia tidak memiliki alat bantu apa pun untuk meramalkan siklus pasar.
Untuk merencanakan pembelian dan penjualan properti, Anda harus mengetahui pola
historis gelombang siklus properti di Indonesia. Dan memprediksi pola gelombang
siklus pasar berikutnya. Langkah pertama untuk memprediksi pola siklus pasar
properti adalah memahami dinamika gelombang musim pasar properti. Dan memahami
faktor-faktor yang menentukan gerakan siklus pasar properti itu.