Posted by The Petromak on 1 Des 2013
5 ekor tikus tercebur ke tong berisi susu seorang pengrajin keju di dapurnya. Tikus-tikus itu berusaha untuk keluar dari tong yang penuh dengan susu itu dengan berenang dan memanjat serta mencakar dinding tong, tetapi karena dinding tong yang licin mereka tercebur kembali dan berusaha berenang lagi agar tidak tenggelam.
Sementara itu ada 2 tikus yang kelelahan karena rakusnya mereka kekenyangan minum susu saat berenang dan akhirnya 2 tikus itu berhenti berenang akhirnya tenggelam dan mati.
Tinggallah 3 tikus yang masih berusaha untuk menggapai ujung bibir tong, 2 tikus berikutnya pun akhirnya kelelahan, "usaha kita adalah sia-sia belaka, seandainya kita ikuti mereka yang minum banyak susu sejak tadi maka kita telah tenang dan kenyang diakhirat sana".
Seekor tikus muda yang lain menolak ajakan 2 temannya tadi untuk berhenti berenang dan terus berusaha, "Aku akan berusaha sekuat tenaga sampai kekuatanku benar-benar habis, setidaknya aku akan mati dengan terhormat". 2 tikus yang lain mencibirnya lalu minum banyak susu, setelah kenyang mereka berhenti berenang dan tenggelam di dalam tong berisi susu itu.
Dengan mengerahkan segala upaya dan tenaga yang tersisa sang tikus muda tersebut terus berenang dan berusaha menggapai bibir tong tersebut sambil berdoa, "ya Tuhan, aku sudah sangat kelelahan namun aku tidak akan berhenti sampai aku mampu menggapai bibir tong ini dan keluar, aku mohon kepadaMu untuk memberi ku semangat dan kekuatan agar aku dapat mencapainya"
Setelah berdoa sang tikus muda merasa dia semakin dekat bibir tong, dia menyadari bahwa susu yang tadi pelan-pelan berubah menjadi keju karena adukan dari kaki-kaki kecil mereka saat berenang. Si tikus muda tersenyum dan mulai bangkit lagi semangat dan tenaga yang sebelumnya mulai kelelahan, dia berenang dengan semakin kuat dan akhirnya dia semakin dekat dengan bibir tong tersebut dan dengan tenaga dan semangat yang tersisa dia melompat "hap" dia berhasil keluar dari tong susu yang kini telah berubah menjadi keju.
Napasnya tersengal-sengal, dadanya terasa sakit, matanya berkunang-kunang namun hatinya puas karena usahanya ternyata membawa hasil dan menyelamatkan dia dari maut. Setelah beristirahat sebentar sang tikus kembali ke persembunyiannya khawatir sang pemilik datang dan kembali menangkapnya.