Posted by The Petromak on 29 Des 2013
Galileo lahir pada tahun 1564 di Pisa, Tuscany.
Awalnya ia mengenyam pendidikan di Universitas Pisa tetapi karena urusan financial
keluarganya dia harus menghentikan studinya tersebut, hingga pada tahun 1589
akhirnya ia mendapatkan tawaran posisi pengajar matematika pada universitas
tersebut dan pada tahun 1610 ia bergabung dengan Universitas Padua untuk
mengajar Geometri, Mekanika dan Astronomi. Disitulah ia mulai dengan
penemuan-penemuan ilmiahnya.
Galileo adalah seseorang yang
memperhatikan ilmu pengetahuan dan tidak gampang untuk percaya begitu saja pada
teori yang sudah ada, Aristoteles mengajarkan bahwa benda yang lebih berat akan
jatuh lebih cepat dibandingkan benda yang lebih ringan. Tetapi, lewat
serentetan eksperimen, dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar menurutnya
adalah, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali
sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
Mengetahui hal ini, Galileo mengambil
langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya
benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui
oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kwadrat
jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki
arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan
menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan yang luas
formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari ilmu
pengetahuan modern.
Menara
miring Pisa yang dianggap digunakan oleh Galileo mendemonstrasikan hukum-hukum
mengenai jatuhnya sesuatu benda.
Pada tahun 1612, Galileo pergi ke Roma
dan bergabung dengan Accademia dei Lincei untuk mengamati bintik matahari, karena
termotivasi oleh selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang Helio-sentris
dan penganut teori yang lebih lama, yang Geo-sentris. Sekitar tahun 1609
Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar,
tetapi waktu itu dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609, Galileo
dengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda. Meskipun
Galileo hanya mendengar sekilas saja mengenai peralatan itu, tetapi karena kejeniusannya
dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat baru ini dia mengalihkan
perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah berhasil menghasilkan
serentetan penemuan besar.
Dilihatnya bulan itu tidaklah rata
melainkan benjol-benjol, penuh kawah dan gunung-gunung. Benda-benda langit,
kesimpulannya, tidaklah rata serta licin melainkan tak beraturan seperti halnya
wajah bumi. Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya bahwa dia itu bukanlah
semacam kabut samasekali melainkan terdiri dari sejumlah besar bintang-bintang
yang dengan mata telanjang memang seperti teraduk dan membaur satu sama lain.
Pada
tahun itu juga muncullah penolakan tentang teori Nicolaus Copernicus (salah
satu teori yang juga di dukung oleh Galileo). Tommaso Caccini mengecam Galileo
tentang pergerakan bumi dan melarangnya untuk tidak memberikan pengajaran yang
mendukung teori Copernicus ini karena dianggap sesat.
Tetapi
naluri ilmuwan Galileo tidak dapat menolak teori yang sangat diyakininya itu
sehingga tetap mengajarkan kepada murid-muridnya dan akhirnya membuat Galileo dijatuhi hukuman pengasingan di
Arcetri oleh pihak gereja saat itu. Di
bulan Desember 1633, Buku terakhirnya, Discorsi e dimostrazioni matematiche,
intorno à due nuove scienze diterbitkan di Leiden pada 1638. Di saat itu,
Galileo hampir buta total. Pada tanggal 8 Januari 1642, Galileo wafat di
Arcetri saat ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya.