Posted by The Petromak on 21 Nov 2013
Label:
Investasi,
Label:
Peluang
Apakah
Anda
pernah berpikir untuk berinvestasi, tetapi anda menunda investasi anda
karena khawatir dengan resiko dari investasi tersebut?
Terkadang
kita menyadari bahwa tidaklah cukup hanya menabung di Bank dengan mendapatkan
bunga sepertihasil yang kita harapkan. Dengan adanya krisis financial yang
terjadi beberapa saat lalu membuat sebagian besar orang berfikir ulang untuk
menginvestasikan uang mereka di pasar saham.
Tips
dibawah ini dapat menjadi pedoman atau setidaknya menjadi pengetahuan anda
untuk membuat uang anda tumbuh dengan aman melalui investasi.
1. Pilih investasi yang dapat
melawan inflasi.
Apabila
anda berinvestasi dalam jangka panjang dan anda tidak mengikuti factor inflasi
dalam memilih sarana investasi, maka bisa jadi uang yang anda investasikan akan
semakin kecil nilainya. Menurut data Bank Indonesia, untuk bulan Agustus 2013 Indonesia
mengalami inflasi sebesar 8.79% dan pada bulan Juli 2013 8.61%. Berarti, jika
Anda menanamkan uang di Bank BUMN Deposito yang memberikan bunga 5.46% untuk 1
tahun, atau bahkan di Bank Swasta non-devisa yang memberikan bunga 7.21% untuk
1 tahun, sesungguhnya praktis anda sedang kehilangan uang anda. Bagi sebagian orang, berinvestasi pada saham atau reksadana
saham adalah salah satu cara untuk bersaing dengan inflasi yang terjadi. Tetapi
perludiingatkan disini bahwa nilai saham sangatlah fluktuatif dan bisa naik/turun
kapan saja sehingga menjadikan investasi anda sangat beresiko, disamping
menawarkan keuntungan yang relative besar dan telah terbukti secara konsisten
berpotensial melawan derasnya arus inflasi sejak tahun 1940-an.
2. Diversifikasi.
Diversifikasi
investasi intinya kita mengalokasikan dana kita ke beberapa jenis aset, seperti
berinvestasi di logam emas, saham, properti dan surat utang atau obligasi. Istilah
diversifikasi ini dielu-elukan saat membahas investasi dan menjadi primadona
dalam pasar investasi saat ini. Diversifikasi dilakukan agar Anda bisa
mengatur resiko dan memastikan saat ada salah satu aset Anda yang mengalami
kerugian, ada aset-aset lain yang mengalami keuntungan sehingga beban yang
dirasakan tidak terlalu berat dan Anda mampu melanjutkan investasi pada saat
dimana aset tersebut bisa memberikan hasil yang lebih baik.
3. Memilih investasi yang tepat.
Pilihlah
investasi yang sesuai dengan kemampuan anda dalam segi finansial jangan
memaksakan suatu investasi yang anda tidak mampu menerima resiko yang mungkin
akan terjadi.
Pilihan investasi pada obligasi, dan deposito tersedia dengan kisaran resiko
yang berbeda. Secara garis besar, menurut tingkat resiko dan imbalannya:
deposito, obligasi, reksadana, dan saham, dengan saham memiliki tingkat resiko
dan imbalan tertinggi.
4. Mulai investasi dengan modal
yang kecil dahulu.
Mulailah
berinvestasi dengan nilai dan jumlah yang kecil tetapi konsisten untuk awalnya,
dan pilihlah investasi yang reputasinya dikenal baik dalam dekade terakhir, hal
ini akan menumbuhkan rasa percaya diri anda dalam melakukan investasi anda.
Bila perlu anda bisa mengkonsultasikan dengan broker anda untuk memilih
tipe-tipe investasi yang kiranya sesuai dengan diri anda.
5. Jangan monitor investasi Anda
dengan terlalu ketat.
Apabila
anda terus mengawasi atau memonitor perkembangan investasi anda maka anda akan
sering merasa khawatir dan tidak jarang sebagian orang buru-buru menarik
kembali. Investasi adalah membangun suatu keuntungan dalam jangka panjang,
sehingga statistik yang terjadi sehari-harinya adalah kurang relevan untuk menentukan
hasil yang akan diperoleh dalam jangka waktu yang panjang. Jadi pantaulah
laporan perkembangan investasi Anda setiap bulan/ kuartal saja, dan jangan lupa
bahwa tujuan anda adalah nilai investasi
itu dalam 10, 20 tahun yang akan dating. Pada saat Anda perlu menggunakan uang
hasil investasi tersebut.